Senin, 19 Desember 2011

Pertentangan nasional dan integrasi Perbedaan kepentingan masyarakat Pertentangan social ketegangan dalam masyarakat Golongan-golongan yang berbeda & integrasi social Pengertian integrasi sosial



             PERTENTANGAN - PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

1. PERBEDAAN KEPENTINGAN

Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa:
a. Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
b. Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
c. Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
d. Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
e. Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
f. Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya.
g. Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
h. Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
    Perbedaan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal  
    beberapa fase yaitu:
a. Fase dis-organisasi yang terjadi karena kesalah pahaman (akibat pertentangan antara  
    harapan dengan standar normatif).
b. Fase dis-integrasi (konflik) yaitu pernyataan tidak setuju dalam berbagai bentuk seperti 
    timbulnya massa, protes, aksi mogok dsb.
    Walter W. Martin dkk mengemukakan tahapan dis-integrasi sbb:
a. Ketidak sepahaman anggota kelompok tentang tujuan sosial yang hendak dicapai.
b. Norma sosial yang tidak dihayati dalam kelompok bertentangan satu sama lain.
c. Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.

2. PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ETHNOSENTRISME

a. Prasangka dan Diskriminasi
Adalah dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka memiliki dasar pribadi, dimana setiap orang memiliki.
“perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa prasangka menunjukkan pada aspek sikap, sedangkan diskriminatif pada tindakan”.

b. Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi
Antara prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan dengan jelas, prasangka bersumber dari suatu sikap, sedangkan diskriminasi menunjuk kepada tindakan.

c. Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminasi
1. Latar belakang sejarah.
    Contohnya: orang kulit putih selalu berprasangka negative terhadap orang berkulit hitam atau 

    negro.
2. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situsional.
    Contohnya: terjadi PHK oleh pimpinan perusahaan terhadap karyawannya.
3. Bersumber dari faktor kepribadian.Para ahli beranggapan bahwa prasangka lebih  
    dominandisebabkan oleh tipe kepribadian orang-orang tertentu.
4. Perbedaan keyakinan, keperacayaan dan agama.
    Contohya: berdirinya fakta-fakta pertahanan seperti NATO, SEATO yang merupakan contoh 
    dari adanya prasangka dan politik global dari Negara adi kuasa.

d. Usaha mengurangi/menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
    Melalui pelaksanaan program-program pembangunan yang didukung oleh lembaga ekonomi  

    seperti KUD, BUUD dan melalui program kredit seperti KCK (Kredit Candak Culak), KMKP 
    (Kredit Kerja Modal Permanen) dsb.
2. Perluasan kesempatan belajar.
    Perluasan kesempatan belajar bagi WNI yang dapat mengurangi prasangka bahwa program  
    pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat menengah atas.
3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
     Dengan sikap terbuka dan lapang diharapkan akan berlanjut dengan sikap saling 
     menghargai, menghormati, dan menjauhi dari sikap prasangka.

E. Ethnosentrisme
Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka. Akibatnya adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab utama dalam kesalahan dalam berkomunikasi.

3. PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL/KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT

Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang bisa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang.
Tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu:
a. Terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
b. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, 

    masalah, sikap, maupun gagasan.
c. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
    Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sbb:
a. Elimination.
b. Subjugation atau Domination.
c. Majority rule.
d. Minority consent.
e. Compromise.
 f. Integration.

4. GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL

a. Masyarakat Majemuk dan Nation Indonesia
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan social yang dipersatukan oleh kekuatan nasional yang berwujud Negara Indonesia. Untuk lebih jelasnya dikemukakan aspek dari kemasyarakatan tersebut:
1. Suku bangsa dan kebudayaan.
2. Agama.
3. Bahasa.
4. Nasion Indonesia.

B. Integrasi
Masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan. Tetapi keserasian persatuan.
Variable-variabel yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi adalah:
1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antara warga Negara 

    Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa, Arab).
3. Agama, sentiment agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.

C. Integrasi Sosial
Dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada dimasyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, tidak banyak sistem yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.

d. Integrasi Nasional
Beberapa permasalahan integrasi nasional:
1. Perbedaan ideologi.
2. Kondisi masyarakat yang majemuk.
3. Masalah territorial daerah yang berjarak cukup jauh.
4. Pertumbuhan partai politik.
Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:
1. Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideology nasional.
2. Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis dan antar daerah pulau dengan membangun 

    sarana komunikasi, informasi dan transportasi.
3. Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional,membentuk jaringan 
    asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing.
4. Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing.


E.INTEGRASI NASIONAL

Berdasarkan sumber yang berasal dari Wikipedia “Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
* Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
* Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
  Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau  
  dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi  
  sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan,  
  baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
  Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa  
  terintegrasi di atas dua landasan berikut :
* Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di  
   antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat  
   fundamental (mendasar)
* Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari  
   berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara  
   kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas 
   ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.
   Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena  
   adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok.Integrasi sosial akan terbentuk  
   apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, 
   nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial.

Bentuk Integrasi Sosial
* Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan  
   asli.
* Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan 
   asli.

Faktor-Faktor Pendorong
* Homogenitas kelompok
* Besar kecilnya kelompok, pada kelompok yang kecil biasanya tingkat kemajemukannya  
   jugaelatif Kecil, sehingga akan mempercepat proses integrasi sosial.
* Mobilitas geografis
* Efektifitas dan efesiensi komunikasi, komunikasi yang berlangsung di dalam masyarakat akan    
   mempercepat integrasi sosial.
* perpindahan fisik”

KESIMPULAN ::
   Jadi, seharusnya sosial dan integrasi di Indonesia ini haruslah seimbang agar tidak terjadi sesuatu yang dapat meruntuhkan satu kesatuan serta persatuan negara republik indonesia ini. . .
   Dalam semua aspek di bidang sosialisasi haruslah memiliki wewenang yang tak pandang bulu karena negara Indonesia ini terlihat jelas oleh slogan dan lambang negara yang tulisannya tertulis di bawah kaki burung garuda yaitu " Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti " Berbeda-beda tetapi tetap satu jua". Atau dalam bahasa sehari-hari bisa dikatakan bahwa walau di negara Indonesia ini memiliki beragam dan berbagai perbedaan (suku, ras, bahasa, dan lain-lain), maka persatuan dan kesatuan haruslah ditegakkan dan dipertahankan. . .

Sumber :
-Wikipedia
-Modul
-http://a2b-abrory.blogspot.com/2011/01/pertentangan-pertentangan-sosial-dan.html

Minggu, 18 Desember 2011

Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan Masyarakat perkotaan (aspek positif & negative) Hubungan desa dan kota (aspek positif % negative)


Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif


      A. Pengertian Masyarakat


      Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. Katasociety berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

     B. Syarat-syarat Menjadi Masyarakat

-  Mematuhi aturan yang dibuat oleh negara
-  Mematuhi hak dan kewajiban sebagai masyarakat
-  Melindungi negara ditempat masyarakat tersebut      
          bermukim
-   Menciptakan lingkungan yang tentram dan damai

C. Pengertian Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan 
          dengan kehidupan keagamaan di desa
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya 
           sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang  
           penting disini adalah manusia perorangan atau individu. 
           Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk  
           disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik 
           , perbedaan agama dan sebagainya .
3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut 
          masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – 
          interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor  
          kepentingan daripada factor pribadi.
     4.  pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih 
          tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
5. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan  
           pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari 
           pada warga desa
6. Interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan 
          pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
7. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting,  
           untuk dapat mengejar kebutuhan individu
8. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di 
           kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam 
           menerima pengaruh dari luar.

D.     Tipe Masyarakat

Masyarakat mempunyai tipe seperti berikut :
a. Masyarakat kecil yang belum kompleks, yaitu  
          masyarakat yang belum mengenal pembagian kerja,  
          struktur, dan aspek-aspeknya masih dapat 
          dipelajarisebagai satu kesatuan.
b. Masyarakat yang sudah kompleks, yaitu masyarakat 
           yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala 
           bidang, karena ilmu pengetahuan sudah maju, teknologi 
           maju, dan sudah mengenal tulisan.

E. Ciri-ciri Masyarakat Kota

1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan 
          dengan kehidupan keagamaan di desa
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya 
          sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang 
          penting disini adalah manusia perorangan atau individu. 
          Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk 
          disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik 
           , perbedaan agama dan sebagainya .
3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut 
           masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – 
           interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor 
           kepentingan daripada factor pribadi.
4. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih 
          tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
5. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan 
          pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari 
          pada warga desa
6. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan 
          pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
7. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, 
          untuk dapat mengejar kebutuhan individu
8. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di 
           kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam 
           menerima pengaruh dari luar

F. Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa

-jumlah dan kepadatan penduduk
-stratifikasi sosial
-pola interaksi sosial
-lingkungan hidup
-corak kehidupan sosial
-solidaritas sosial
-mata pencaharian
-mobilitas sosial
2.  Hubungan Desa dan Kota

a. masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda
b. bersifat ketergantungan
c. kota tergantung desa dlm memenuhi kebutuhan bahan 
          pangan
d. desa jg merupakan tenaga kasar pd jenis pekerjaan 
           tertentu
e. sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg 
          dibutuhkan desa
f. peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan 
         kesempatan krj berakibat kepadatan
g. mereka kelompok para penganggur di desa

3.  Aspek Positif dan Negatif

A. Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola 
           kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . 
           Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – 
          komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . 
          Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat 
          ditentukan oleh tingkat perkembangan dan 
          pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
- Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam
                         sekelilingnya.
- Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
- Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan 
                        telekomunikasi.
- Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan 
                      kesenian.
- Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, 
        perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.
  Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur  
        pemerintah kota harus ditingkatkan :
a) Aparatur kota harus dapat menangani berbagai  
           masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka  
           pengetahuan tentang administrasi kota dan 
           perencanaan kota harus dimilikinya .
b) Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan 
           pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat 
           dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
c) Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan 
          baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk 
          akan menimbulkan masalah baru.
d) Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan  
           kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota 
           dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga  
          dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan 
          sekitarnya .
B. Fungsi Eksternal
Fungsi eksternal dari kota yakni seberapa jauh fungsi dan peran kota tersebut dalm kerangka wilayah dan daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik secara regional maupun nasional.

4.  Masyarakat Pedesaan

A.    Pengertian Desa

Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografis, social, ekonomi, politik dan kulural yng terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbale balik dengan daerah lain.
Pola keruangan desa bersifat agraris yang sebagian atau seluruhnya terisolasi dari kota. Tempat kediaman penduduk mencerminkan tingkat penyesuaian penduduk terhadap lingkungan alam, seperti iklim, tanah, topografi, tata air, sumber alam, dan lain-lain. Tingkat penyesuaian penduduk desa terjhadap lingkungan alam bergantung factor ekonomi, social, pendidikan dan kebudayaan.

B.     Ciri – ciri Desa

Ciri-ciri masyarakat desa antara lain sebagai berikut :
1. System kehidupan umumnya bersifat kelompok dengan  
          dasar ekelurgaan (paguyuban).
2. Mansyarakat bersifat homogeny seperti dalam hal mata  
          pencahariaan, agama dan adat istiadat.
3. Diantara warga desa mempunyai hubungan yang lebih  
          mendalam dan erat bla dibandingkan dengan 
          masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
4. Mata pencahariaan utama para penduduk biasanya 
          bertani.
5. Factor geografis sangat berpengaruh terhadapa corak  
          kehidupan masyarakat.
6. Jarak antara tempat bekerja tidak terlalu jauh dari tempat  
           tinggal.


          C. Ciri Masyarakat Desa :

1.      Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang
lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di
luar batas-batas wilayahnya.
2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan  
           dasar kekeluargaan.
3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari 
           pertanian. Pekerjaan- pekerjaan yang bukan pertanian 
           merupakan pekerjaan sambilan (part time) yang 
           biasanya sebagai pengisi waktu luang.
4. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata  
           pencarian, agama, adat istiadat dan sebagainya.

D. Gotong Royong

Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Bersama-sama dengan musyawarah, pantun, Pancasila,hukum adat, ketuhanan, dan kekeluargaan, gotong royong menjadi dasar Filsafat Indonesia. Contohnya  seperti :
1. Membersihkan lingkungan bersama
2. Adanya sistem ronda untuk menjaga lingkungan
3. Saling membantu sesama warga
4. Bahu membahu dalam pembangunan desa

E. Sifat dan Hakikat

Masyarakat desa dinilai oleh orang kota sebagai masyarakat damai, harmonis, adem ayem dan tenang.
Dan memiliki sifat :
-petani tidak kolot,, tidak bodoh, tidak malas
-sifat hidup penduduk desa rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha

F. Gejala Mayarakat Pedesaan

Di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, yang menyebabkan di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan. Gejala-gejala sosial tersebut antara lain :
a. Konflik (pertengkaran), pertengkaran yang terjadi di sini  
          biasanya terjadi karena masalah sehari-hari rumah 
          tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga.
b. Kontraversi (pertentangan), petentangan ini sering  
           terjadi diakibatkan perubahan kebudayaan, psikologi 
           atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black 
           magic).
c. Kompetisi (persaingan), persaingan di sini sering terjadi 
          dalam berbagai hal, terutama dalam bekerja.
d. Kegiatan pada masyarakat pedesaan

G. Sistem Budaya Petani Indonesia

Sejarah perjuangan hidup umat manusia hanya akan bermuara pada dua latar belakangbudaya, budaya petani (bertani, berternak dan menangkap ikan sebagai nelayan) dan budayapedagang. Indonesia, secara sadar mentransformasi budaya petani ke dalam budaya industri. Dan budaya itu pula yang menjiwai budaya industrinya. Apa dan bagaimana “budaya petani” dan “budaya pedagang” dapat tergambar dalam kisah sederhana.

H. Unsur – unsur Desa :

-  daerah
-  penduduk
-  corak kehidupan
-  unsur gotong royong

I. Fungsi Desa :

-  fungsi desa dlm hubungannya dengan kota
-  sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja
-  dan segi kegiatan, kerja desa dapat merupakan desa 
          agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan.
5.   Perbedaan Masyarakat  Desa dan Kota
                                                                                               
Kehidupaan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar adalah keadaan lingkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah tertipu dsb. Kesan seperti ini karena masyarakat kota hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak pengalaman.
Untuk memahami masyarakata pedesaan dan perkotaan tidak mendefinisikan secara universal dan obyektif. Tetapi harus berpatokan pada ciri-ciri masyarakat. Ciri-ciri itu ialah adanya sejumlah orang, tingal dalam suatu daerah tertentu, ikatan atas dasar unsur-unsur sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya interdepensi, adanya norma-norma dan kebudayaan.
Masyarakat pedesaan ditentukan oleh bentuk fisik dan sosialnyya, seperti ada kolektifitas, petani iduvidu, tuan tanah, buruh tani, nelayan dsb.
Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai sistem jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas, perbedaan sosisal, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem lainnya.


Sumber :

-Wikipedia

Pelapisan social dan kesamaan derajat (pelapisan social, kesamaan derajat elite dan masa)


Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
– Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
study kasus :
pelapisan sosial pada kaum ningrat dengan kaum awam.
Kaum ningrat tidak di perbolehkan berhubungan dengan kaum awam dikarenakan perbedaan sosial.

PERBEDAAN SYSTEM PELAPISAN DALAM MASYARAKAT

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok social.
Masyarakat dan individu adalah komplementer dapat dilihat dalam kenyataan bahwa:
a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya
b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan menyebabkan perubahan
Ada beberapa pendapat menurut para ahli mengenai strafukasi sosial diantaranya menurut Pitirin A. Sorikin bahwa “pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat”.
Theodorson dkk berpendapat bahwa “pelapisan masyarakat adalah jenjang status dan peranan yang relative permanen yang terdapat dalam system social didalam hal perbedaan hak,pengaruh dan kekuasaan”.
Masyarakat yang berstatifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapiasan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit keatas.
B. Peelapisan sosial cirri tetap kelompok sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh system sosial masyarakat kuno.
Didalam organisasi masyarakat primitifpun dimana belum mengenai tulisan. Pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal itu terwujud berbagai bentuk sebagai berikut:
a. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban
b. Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa
c. Adanya pemimpin yang saling berpengaruh
d. Adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum
e. Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri
f. Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum
Pendapat tradisional tentang masyarakat primitif sebagai masyarakat yang komunistis yang tanpa hak milik pribadi dan perdagangan adalah tidak benar. Ekonomi primitive bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif.

TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL

BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
• Kelas atas (upper class)
• Kelas bawah (lower class)
• Kelas menengah (middle class)
• Kelas menengah ke bawah (lower middle class)


ELITE DAN MASSA



Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.

Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : perama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,t etapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Cirri-ciri massa adalah :



1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers

2. Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym

3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya




Sumber :

- Modul ISD universitas Gunadarma.

Kamis, 03 November 2011

Pemuda & Sosialisasi


Pemuda Dan Sosialisasi









  • Apa itu Sosialisasi?
  • Sosialisasi umumnya mengacu pada proses di mana orang belajar keterampilan, pengetahuan, nilai, motif, dan peran (yaitu, budaya) dari kelompok-kelompok yang mereka milik atau masyarakat di mana mereka tinggal. Ini harus ditunjukkan dari awal bab ini bahwa sosialisasi mencakup dua komponen [1]. Komponen pertama sosialisasi adalah proses, yang disebutkan di atas, yang mengarah pada adopsi budaya. Komponen kedua adalah hasil dari proses, misalnya, "Apakah sosialisasi sukses?" atau "Dia telah disosialisasikan untuk percaya Tuhan itu ada." Sosialisasi dilihat sebagai mekanisme utama masyarakat untuk mempengaruhi perkembangan karakter dan perilaku. Kebanyakan sosiolog memperlakukan sosialisasi "sebagai batu penjuru yang baik untuk pemeliharaan masyarakat dan untuk kesejahteraan individu"

  • Elemen Sosialisasi
Sebagai sosialisasi adalah konsep sosiologis yang mendasar, ada beberapa komponen untuk konsep yang penting untuk memahami. Meskipun tidak setiap sosiolog akan setuju elemen yang paling penting, atau bahkan bagaimana untuk mendefinisikan beberapa unsur sosialisasi, unsur-unsur yang diuraikan di bawah akan membantu menjelaskan apa yang dimaksud dengan sosialisasi.


Tujuan Sosialisasi




Arnett,  dalam menyajikan pemahaman theoretical baru sosialisasi , diuraikan apa yang ia percayai menjadi tiga tujuan sosialisasi:



  1.  Impulse control and the development of a conscience 
  2. Role preparation and performance, including occupational roles, gender roles, and roles in institutions such as marriage and parenthood 
  3.  The cultivation of sources of meaning, or what is important, valued, and to be lived for 

Dasar dan Menengah Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses kehidupan, tetapi pada umumnya dibagi menjadi dua bagian. Sosialisasi primer terjadi pada awal kehidupan, sebagai anak dan remaja. Sosialisasi sekunder mengacu pada sosialisasi yang berlangsung sepanjang hidup seseorang, baik sebagai anak dan sebagai salah satu pertemuan kelompok-kelompok baru yang membutuhkan sosialisasi tambahan. Meskipun ada ulama yang berpendapat bahwa hanya satu atau yang lain ini terjadi, kebanyakan ilmuwan sosial cenderung untuk menggabungkan dua, dengan alasan bahwa identitas dasar atau inti dari individu berkembang selama sosialisasi primer, dengan perubahan lebih spesifik terjadi kemudian - sekunder sosialisasi - dalam menanggapi akuisisi keanggotaan grup baru dan peran dan situasi sosial yang berbeda terstruktur. Kebutuhan untuk sosialisasi kemudian hari mungkin berasal dari meningkatnya kompleksitas masyarakat dengan peningkatan yang sesuai dalam peran bervariasi dan tanggung jawab.




Pemuda




Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu merupakan beban moral yang ditanggung bagi pemuda untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan generasi tua. Selain memikul beban tersebut pemuda juga dihadapkan persoalan-persoalan diantaranya kenakalan remaja, ketidak patuhan pada orang tua/guru, kecanduan narkotika, frustasi, masa depan suram, keterbatasan lapangan kerja dan masalah lainnya. Seringkali pemuda dibenturkan dengan “nilai” yang telah ada jika mereka berkelakuan di luar nilai tersebut.
Munculnya jurang pemisah antara generasi muda dan generasi tua merupakan akibat dari benturan dua kebudayaan yaitu tradisional dan modern. Dimana budaya tradisional itu dianut oleh generasi tua yang terdahulu dan budaya modern dikembangkan oleh generasi muda yang telah tercium arus globalisasi dengan tujuan untuk mengadakan perubahan-perubahan yang lebih baik dari generasi orang tua. Perkembangan dengan tidak adanya kematangan/kedewasaan mental dan arahyang baik maka dapat menimbulkan masalah seperti pada penyalahgunaan telephon genggam (mobile phone) atau sering juga disebut HP, dengan adanya pembaharuan-pembaharuan dari alat komunikasi ini menjadikan fungsi HPmenjadi barang prestise dalam pergaulan anak muda jika tidak menggunakan HP model baru dapat dikatakan “kuno” atau “ketinggalan jaman”. Selain itu semakin canggihnya fungsi HP yang dapat digunakan mengambil foto dan merekam gambar yang bergerak sering kali dipersalah gunakan untuk merekam gambar dan film porno.
Dalam hal ini orang tua mempunyai kebiasaan dalam mendidik anak yaitu dengan menurunkan nilai-nilai budaya dan penerusan kebiasaan mereka. Dewasa ini pemuda seringkali mengambil langkah sendiri dalam menjalani hidupnya tanpa menghiraukan pendidikan yang diberikan orang tuanya. Hal ini dikarenakan adanya anggapan dari pemuda bahwa apa yang diberikan oleh orang tua adalah suatu hal yang kuno. Adanya perbedaan situasi kehidupan dan banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi memposisikan pendidikan yang diberikan orang tua sudah ketinggalan jaman. Selain itu lebih tingginya pendidikan anak dari orang tuamemberikan keyakinan bahwa anak dapat memutuskan jalan hidupnya sendiri karena mereka merasalebihmengerti dan tahu bagaimana menjalani hidupnya sendiri.
Permasalahan ini adalah pemasalahangenerasi yang merupakan suatu masalah masyarakat yang di kenal sejak dulu kala. Yang dipermasalahkan adalah nilai-nilai masyarakat. Bagaimana serasi atau kurang serasi hubungan ini akan tampak dalam saat-saat kritis. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa masalah antar generasi mencerminkan kebudayaan itu sendiri. Dengan demikian, bagaimana penyelesaian masalah itu sendiri juga mencerminkan kebudayaan masyarakat itu. Permasalahan ini menurut para ahli paedagogi social bahwa masalah antar generasi tidak terdapat di masyarakat tradisional. Dapat dikatakan bahwa masalah antar generasi merupakan suatu masalah modern. Adapun inti pokok adalah bahwa dalam masyarakat sistem tertutup/tradisional, pembinaan dan proses pendewasaan terjadi secara kontinyu, di awasi oleh social control masyarakat. Suatu masyarakat akan mengalami stabilitas social apa bila “prosesproduksi generasi” berjalan dengan baik, sehingga terbentuk personifikasi, identitas-identitas dan solideritas sebagaimana diharapkan oleh generasi sebelumnya.

Negara & Warga Negara

Pengertian “Negara”



Dalam kehidupan sehari-hari,  kita sering mendengar dan mengucapkan istilah “negara”.
Akan tetapi, belum tentu kita mengetahui atau memahami pengertian “negara” tersebut.
            Secara etimologi istilah “negara” merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yaitu state (bahasa Inggris), staat (bahasa Jerman dan Belanda), dan etat (bahasa Perancis).
Kata state, staat, dan etat itu diambil oleh orang-orang Eropa dari bahasa Latin
Pada abad ke-15, yaitu dari kata status atau statum yang berarti keadaan yang tetap dan tegak, atau sesuatu yang bersifat tegak dan tetap. Timbulnya istilah “negara” pertama kali kurang lebih
Bersama dengan timbulnya istilah Los Stato dari Niccolo Machiavelli dalam bukunya
berjudul II Principe. Pada waktu itu istilah Los Stato diartikan sebagai suatu sistem tugas-tugas atau fungsi-fungsi publik dan alat-alat perlengkapan yang teratur di dalam wilayah tertentu.
            Sementara di Indonesia, Kata “negara” berasal dari bahasa Sanssekerta nagaria atau nagara, yang berarti kota. Pada abad ke-5, kata negara sudah di kenal luas oleh bangsa kita, seperti adanya
Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Pada Kerajaan Majapahit abad ke-14, dikenal kitab Negara Kertagama yang di tulis oleh Mpu Prapanca. Jadi, kata “negara” sudah dikenal masyarakat kita jauh
Sebelum bangsa Eropa.

Menurut Sumber Wikipedia :
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik  politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.



Warga Negara

Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bahasa Inggris) yang mempunyai arti ; warga negara, petunjuk dari sebuah kota, sesama warga negara , sesama penduduk, orang setanah air; bawahan atau kaula
Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi atau perkumpulan. Warga negara artinya warga atau anggota dari organisasi yg bernama  negara.
Ada istilah rakyat, penduduk dan warga negara. Rakyat lebih merupakan konsep politis. Rakyat menunjuk pada orang-orang yang berada dibawah satu pemerintahan dan tunduk pada pemerintahan itu. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan penguasa. Penduduk adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara dalam kurun waktu tertentu.
Kewarganegaraan (citizenship) artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara.
Istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua yaitu :
a. kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis, dan
b. kewarganegaraan dalam arti formil dan materiil